Hendro Setyanto
كُلُوا وَاشْرَبُوا، وَلَا يَهِيدَنَّكُمُ السَّاطِعُ الْمُصْعِدُ، وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَعْتَرِضَ لَكُمُ الْأَحْمَرُ
"Makan dan minumlah kalian, dan janganlah cahaya yang menjulang ke atas itu menipu kalian. Makan dan minumlah hingga tampak bagi kalian cahaya merah yang melintang." (al-hadits)
Gerhana Bulan dalam literatur falak disebut الخسوف yang memiliki makna terbenam atau ‘masuk ke sesuatu ’. Sebuah istilah yang sesuai dengan fenomena gerhana Bulan yang terjadi bukan semata karena Bulan tertutupi melainkan memasuki kerucut bayangan Bumi. Meski proses gerhana matahari telah dikenal dengan baik sejak masa Ptolemius, Istilah الخسوف tersebut baru digunakan pada abad 7H oleh Nasr At-Thusi, Ibnu Syatir. Adapun Astronom sebelumnya seperti Albiruni dan Albattani masih menggunakan istilah كسوف القمر untuk menjelaskan gerhana Bulan.
Di Bulan Ramadhan 1447H, terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) yang menunjukkan tanda kekuasaan Allah SWT. Dalam Kalender Hijriyah Islam Mandiri (KHIM) puncak Gerhana akan terjadi pada hari Rabu, 14 Ramadhan 1447H 08:13 AMT yang bertepatan dengan Selasa 3 Maret 2026M 11:33 UT. Gerhana Bulan mulai terjadi ketika Bulan memasuki Penumbra Bumi yang terjadi pada jam 15:44 WIB yang berarti tidak dapat disaksikan dari seluruh Indonesia. Dengan kata lain, Gerhana di bawah Ufuk dan saat Bulan terbit sudah dalam keadaan gerhana. Oleh karenanya Sholat Gerhana dapat dilakukan setelah sholat magrib dilakukan hingga fase gerhana Bulan Sebagian berakhir pada Jam 20:17 WIB. Keseluruhan tahapan GBT dapat dilihat pada tabel 1 berikut (diambil dari timeanddate.com).
Tahapan Gerhana Bulan Total WIB * Ketertampakan di Jakarta Awal Gerhana Bulan Penumbra 3 Mar, 15:44:25 di bawah Ufuk Awal Gerhana Bulan Sebagian 3 Mar, 16:50:07 di bawah Ufuk Awal Gerhana Bulan Total 3 Mar, 18:04:34 di bawah Ufuk Gerhana Total Maksimal 3 Mar, 18:33:46 dapat disaksikan Akhir Gerhana Bulan Total 3 Mar, 19:02:49 dapat disaksikan Akhir Gerhana Bulan Sebagian 3 Mar, 20:17:15 dapat disaksikan Akhir Gerhana Bulan Penumbra 3 Mar, 21:23:06 dapat disaksikan Dari tabel 2, kita juga dapat melihat GBT Maksimum kali ini terjadi pada tanggal 3 Maret 2026 jam 11:33 UT, akan tetapi fase Purnama baru terjadi pada jam 18:37 UT yang berarti ~ 4 menit kemudian. dari Tabel 1 juga dapat kita lihat panjang lunasi Ramadhan 1447H adalah 29,557 hari (dihitung dari Ijtima' Akhir Sya'ban). Adapun saat Gerhana Maksimum umur Bulan adalah 13,981 hari dan Saat Purnama terjadi umur Bulan 13,983 hari. Kita bisa melihat kedua fenomena tersebut belum mencapai ½ dari panjang Lunasi Ramadhan 1447H sebesar 14,778 hari. Hal ini lah yang menjadikan Gerhana dan Purnama tidak dapat menjadi indikator keakuratan sebuah sistem Kalender hijriyyah yang digunakan. Berbeda halnya dengan Ayyamul Bidh yang seolah mengakomodir FullMoon yang dapat terjadi pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap sasihnya.
Tabel 2 data hisab fenomena astronomis dari timeanddate.com
| Fenomena | Gregorian (UT) | Umur (hari) |
| Ijtima’ Akhir Sya’ban | 17/02/26 12.01 | 0 |
| Gerhana Maksimum | 03/03/26 11.33 | 13,981 |
| Purnama | 03/03/26 11.37 | 13,983 |
| Ijtima’ Akhir Ramadhan | 19/03/26 01.23 | 29,557 |
Salah satu yang menarik saat terjadi Gerhana Bulan Total adalah perubahan warna Bulan saat memasuki fase total, yaitu fase dimana seluruh piringan Bulan telah sepenuhnya ‘tenggelam’ dalam kerucut bayangan Bumi. Pada saat tersebut kita melihat warna Permukaan Bulan menjadi merah. Derajat kemerahannya tersebut berkaitan dengan kondisi atmosfer Bumi. Apa kaitannya Atmosfer di Bumi dengan Warna Bulan saat Gerhana Bulan Total ?
Jika kita melewatkan cahaya matahari melalui sebuah prisma maka cahaya matahari tersebut disamping dibelokkan juga akan diurai menjadi warna merah jingga kuning hijau biru dan Ungu (ketika SD kita ingat permainan roda warna mejikuhibiniu yang ketika diputar menjadi putih). Atmosfer Bumi yang terdiri dari partikel berukuran lebih kecil dari panjang gelombang cahaya dapat menghamburkan cahaya putih matahari sehingga Atmosfer Bumi berfungsi bagaikan sebuah prisma raksasa yang menghamburkan dan membelokkan cahaya putih matahari menjadi warna mejikuhibiniu. Proses hamburan tersebut kita kenal sebagai Rayleight Sacttering.
Gambar 1 berikut memberikan visualisali bagaimana cahaya matahari dihamburkan oleh atmosfer bumi dan Bulan menerima cahaya merah yang dihamburkan tersebut sehingga Bulan tampak berwarna merah saat memasuki fase totalitasnya.


Gambar2 mengilustrasikan hamburan cahaya oleh atmosfer bumi. Fenomena hamburan ini terjadi secara terus menerus selama Bumi memiliki atmosfer. Sebagai Manusia yang tinggal di Bumi pada dasarnya kita senantiasa dapat menyaksikan fenomena hamburan cahaya matahari tersebut setiap hari sebagai fenomena Senja dan Fajar saat matahari berada dibawah ufuk. Dari ilustrasi tersebut kita dapat memahami mengapa warna cahaya yang paling akhir terlihat saat senja dan paling awal terlihat saat fajar adalah warna merah.
Disini sekali lagi kita melihat bagaimana hadist Nabi Muhammad SAW di atas menggambarkan fenomena atmosferik terkait fajar shodiq yang merupakan hasil dari hamburan cahaya matahari di atmosfer secara akurat. Saat kemunculan warna merah pertama kali di ufuk timur itulah yang menjadi tanda kemunculan Fajar Sejati.
Pertanyaan selanjutnya, bagaimana mengetahui kemunculan warna merah yang menandai awal kemunculan Fajar Shodiq ?. Insya Allah, kita akan lanjut bincang-bincang berikutnya terkait teknik “memanipulasi’ data kecerlangan langit. Yang paling sederhana kita dapat menggunakan Teknik blink comparison seperti yang dapat dilihat di link berikut https://www.youtube.com/watch?v=lnm4Ui4tPDA
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِكُلِّ ظَوَاهِرِ خَلْقِهِ
Lembang, 11 Ramadhan 1447H
Glossarium :
KHIM = Kalender Hijriyyah Islam Mandiri atau Independent Islamic Hijri calendar merupakan konsep Kalender yang disusun tanpa bergantung pada Kalender Hijriiyah dan dapat digunakan untuk menghitung
AMT = Arafah Mean Time. Konsep waktu yang didefinisikan dari Bujur Arafah sebagai Prime Meredian dengan pergantian hari terjadi saat magrib
Sumber Gambar : Screenshot dari Lunar Reconnaissance Orbiter (https://www.youtube.com/watch?v=mbT50-rppaU)
